oleh: Rika Febriyani “Kalau sudah sekali ke atas (puncak tugu), ya sudah” cetus Joni, pria setengah baya yang berdomisili di Kalideres, dan hampir setiap hari mengunjungi Monas. Lalu, kemudian, apa istimewanya tugu setinggi 132 meter itu? Jauh dekat Dari sela gedung bertingkat di jalan Kebon Sirih Raya, kita bisa melihat Api Kemerdekaan. Guru-guru sekolah mengatakan ...
Oleh: AbdouMaliq Simone Abstrak: Sebagian besar perhatian ke kota-kota di Selatan Global cenderung difokuskan pada bagaimana kota-kota ini dengan cepat berubah dalam soal proyek-proyek baru yang spektakuler, peremajaan pusat-pusat kota, tersingkirnya sejumlah besar warga urban dari seluruh kelas sosial, dan sejauh mana kota-kota ini menjadi semakin dibuat mirip melalui proyek-proyek pembangunan besar tersebut. Sedangkan yang ...
Oleh: Yoshi Fajar Kresno Murti Sekurang-kurangnya ada tiga hal yang saling terkait – dan yang sekaligus perlu dijernihkan terlebih dahulu – ketika kita membicarakan posisi lahan kosong di dalam konteks alam urban Indonesia saat ini, lebih khusus lagi di Pulau Jawa. Ketiga hal yang selalu terkait dengan posisi lahan kosong tersebut, yaitu: 1. Asset atau ...
Oleh : Ahmad Nashih Luthfi Diskusi mengenai “tanah kosong” memanggil perdebatan panjang tentang beberapa konsep penting dalam kajian (sejarah-hukum) agraria, yakni tentang “domein verklaring” dan “woeste gronden”. Pada masa kolonial, perdebatan ini berkisar seputar apakah dalam mengatur rakyat Indonesia, digunakan Hukum Barat (berupa Burgerlijk Wetboek) tanpa membedakan antar golongan ataukah adanya pembedaan berupa diakuinya Hukum ...
Cerita Tentang Tanah Kosong di Jakarta Jakarta sebagai kota metropolitan dihuni berbagai macam suku bangsa. Hampir semua suku bangsa yang ada di Indonesia, ada di Jakarta. Ada yang datang dengan keahlian khusus sehingga mereka bisa cepat menggapai kesuksesan. Tapi banyak juga yang datang dengan modal nekat. Sehingga dengan segala cara mereka berusaha untuk bisa tetap ...
[scroll down for English version] Proyek kolaboratif KUNCI SPACE/SCAPE: Bon Suwung membuka kesempatan bagi publik, seniman maupun peneliti untuk bersama-sama menelusuri potensi tanah kosong sebagai arena transformasi bagi hubungan manusia dan ruang kota. Sebagai gambaran kasar, teknis pelaksanaan kegiatan proyek yang rencananya akan berlangsung dari awal Maret- akhir Juni 2012 akan diisi dengan lokakarya reguler ...
Diskusi Publik dan Peluncuran Proyek SPACE/SCAPE: Bon Suwung [Scroll Down for English Version] Jumat, 24 Februari 2012, pukul 16.00 WIB di KUNCI Cultural Studies Center Jl. Langenarjan Lor No.17B, Panembahan, Yoyakarta Pembicara: Ahmad Nashih Luthfi (STPN Yogyakarta, peneliti di Sajogyo Institute) Yoshi Fajar Kresna Murti (Sekolah Mbrosot, peneliti di IVAA) Ferdiansyah Thajib KUNCI SPACE/ SCAPE ...
Venue: KUNCI Cultural Studies Center, Jl. Langenarjan Lor 17B Yogyakarta Time: Tuesday, 14 February 2012, 5 PM- end [scroll down for English Version] KUNCI SPACE/SCAPE Project dan Exchange Room mengundang anda untuk hadir dalam diskusi bersama dua urbanis, Elisa Sutanudjaja dan Marco Kusumawijaya, yang bekerja di Rujak Center for Urban Studies (RCUS), Jakarta. Elisa ...
“Sasirnaning teja kasilak pelataran jembar tanpa aran tanpa tetuwuhan. Kebon Suwung. Ana bocah lanang methik kembang. Terus dibuwang. Methik maneh. Dibuwang maneh. Tekan sore. Banjur lunga mangetan. Banjur ana bocah wadon teka. Tawang-tawang tangis weruh larahan kembang. Nuli jengkeng njumuki siji mbaka siji. Ditata sandhuwuring pager bata.” (Gunawan Maryanto, 2005., Bon Suwung) The voids ...