SPACE / SCAPE project

SPACE / SCAPE project header image 3

Background

ALUN-ALUN is a spatial specificity which can be found almost in every cities and town districts in Java. As the most laid out area in the urban nodes of Java, alun-alun are appropriated as the center of the city in different purposes and functions. Usually “alun-alun” location is delimited by important building blocks representing various elements constituting the public live in Java, such as the city hall (state/ administration complex), local cultural symbol (such as palace or courts) and a house of worship (in Indonesian current context of Islam: mosque), while the eastern side of the area is provided for daily market activities.

In regards to the various activities composing and competing as the praxis of every day life of Alun-Alun, the historical as well as spatial development of this site is surely anything but simple. In the context of Yogyakarta alone, the current spatiality of Alun-alun functions are deeply instilled with collective production of meanings involving state-control, practices of localities (conducted by people living around the site as well as general citizens), reproduction of cultural symbols by the Sultanate power,and last but not least, the commodification tendencies of tourism.

Within this complex cultural framing, the current project is designed as a blueprint for forthcomings that would also cover other Alun-Alun sites located accross Java. On the outset, this project aims at investigating the contemporary sociocultural dynamics that has shaped, and shaped by, Alun-alun spatiality. Apart from its research-based nature, this design will also embrace artistic experimentations as means to explore possible narrativity and performativity related to Alun-alun as a public space that encompasses local, cultural, economic, political aspects of the society. By adhering to arts as methods, results expected from this project would not only engage with the (in)formation of history and space as a knowledge production attempts but also call for creative interpretation and intervention from subject-agencies involved in the process.

Objectives:
1.      To locate , interpret, and intervene the social practices that implicate and implicated by Alun-alun spatiality.
2.      To explore the narrative and performative dimensions of Alun-alun’s spatial formations
3.      To encourage the investment of alternative methods in spatial knowledge production, particularly through arts experimentations.

ALUN-ALUN adalah ciri khas ruang yang ditemukan di hampir daerah perkotaan, baik di tinglat daerah maupun kabupaten di Jawa. Sebagai ruang urban yang paling terbuka di pusat-pusat kota di Jawa, alun-alun diapropriasi sebagai pusat kegiatan publik di kota, dengan bermacam bentuk dan tujuannya. Biasanya lokasi alun-alun dibatasi oleh bangunan-bangunan penting yang merepresentasikan berbagai unsur yang menyusun kehidupan publik di Jawa, antara lain bangunan pemerintahan (sebagai wujud kuasa negara lewat gedung pemerintah kota/kabupaten) simbol kultural lokal (seperti Kraton), bangunan peribadatan (dalam konteks Islam Indonesia: masjid) dan sisi timurnya umunya dibuka untuk aktivitas pasar (tradisional).

Terkait dengan beragam aktivitas yang membentuk dan seringkali berbenturan dalam praksis keseharian di situs tersebut, maka perkembangan sejarah dan keruangan dari Alun-alun sangatlah jauh dari sederhana. Khusus dalam konteks Yogyakarta misalnya, fungsi Alun-alun sebagai sebuah ruang tidak dapat dipisahkan dari kontrol-negara, praktek lokalitas (yang dilakukan oleh warga sekitar maupun publik luas), reproduksi-nya sebagai simbol kuasa Kesultanan, dan kecenderungan komodifikasi aktivitas pariwisata.

Dengan kerumitan yang membingkai praktek reproduksi Alun-alun Yogyakarta sebagai ruang publik inilah, proyek ini dirancang sebagai cetak biru bagi bentuk penelusuran lanjutan yang mengarah pada situs-situs sejenis lainnya yang tersebar di Jawa. Sebagai ancangan, proyek ini mengarah pada investigasi atas formasi dan dinamika sosial budaya masa kini yang dibentuk, dan turut membentuk, aspek keruangan Alun-alun. Selain karakter-nya yang memang sejak awal berbasis- riset, proyek ini juga mau melibatkan eksperimentasi kesenian sebagai jalan untuk mengeksplorasi potensi naratifitas dan performatifitas Alun-alun sebagai ruang publik yang tersusun atas beragam aspek penyusun masyarakat. Dengan bersandar pada kesenian sebagai metode, hasil yang diharapkan muncul dari proyek ini tidak hanya akan menyasar pada persoalan (in)formasi sejarah dan ruang sebagai bentuk upaya produksi pengetahuan tapi juga mengerahkan interpretasi dan intervensi kreatif dari subyek pelaku yang terlibat di dalamnya.

Tujuan:
1.      Memetakan, menginterpretasi dan mengintervensi praktek sosial yang dibentuk dan membentuk spasialitas Alun-alun.
2.      Mengeksplorasi dimensi naratif dan performatif dari formasi ruang Alun-alun.
3.      Mendorong pengembangan metode alternatif dalam produksi pengetahuan mengenai ruang, terutama melalui eksperimentasi kesenian.